Snapdragon 7c dan 8c, Chipset Terbaru Dari Qualcomm Untuk Platfrom PC

2 min


Snapdragon 7c dan 8c

Qualcomm baru saja mengumumkan chipset terbarunya yang dikhususkan untuk PC. Yaitu Snapdragon 7c dan 8c. Kedua chipset ini ditujukan untuk kelas pemula dan kelas menengah.

Snapdragon 7c dan 8c ini merupakan chipset prosesor untuk platfrom Windows sehingga memberikan mobilitas dan konektivitas tinggi untuk kebutuhan para konsumen.

Kedua prosesor ini berada dibawah 8cx (model prosesor kelas atas) yang sebelumnya pernah di rilis Qualcomm pada Surface Pro X milik Microsoft.

Snapdragon 7c dan 8c

Untuk spesifikasinya, Uc memiliki konfigurasi CPU octa-core Kryo 490 dan GPU Adreno 675 dan dibanung dengan fabrikasi 7nm. Snapdragon 8c ini diklaim memiliki performa hingga 30 persen lebih cepat dibandingkan dengan prosesor mobile Snapdragon 850.

Snapdragon 8c juga dilengkapi dengan model LTE X24 gigabit yang menawarkan kecepatan unduhan melalui data selular dan juga bisa berfungsi sebagai modem X55 5G dan telah mendukung unduhan hingga 7 Gbps.

Sedangkan untuk chipset kedunya yaitu Snapdragon 7c memiliki konfigurasi CPU octa-core Kryo 468 dan GPU Adreno 618. Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 8nm. Memang kurang efisien jika dibandingkan dengan 8c. Akan tetapi chipset ini ditujukan untuk kelas pemula.

BACA JUGA:  Zhaoxin produsen CPU asal China yang siap tantang Intel serta AMD

Fitur lainya, Snapdragon 7c dibekali dengan modem Snapdragon X15 LTE yang memiliki kecepatan unduh hingga 800 Mbps.

Baca juga: Benarkah Teknologi 5G China Lebih Maju Dari Amerika?

Selain itu, Qualcomm juga mengatakan bahwa masa pemakaian daya baterai dari kedua chipset tersebut mampu bertahan hingga berhari-hari. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik dari Chipset buatan Qualcomm pasalnya, Seperti yang kamu ketahui kebanyak laptop jaman sekarang masih terbilang sangat boros untuk masalah daya.

Jika, nantinya Qualcomm sudah memasuki pasar, laptop yang menggunakan chipset Snapdragon 8c ini akan memiliki harga sekitar USD 500 sampai USD 699 atau sekitar Rp 7 juta hingga Rp 9,8 jutaan di Indonesia.

Sedangkan untuk untuk Chipset 7c akan dihargai USD 499 atau sekitar Rp 6 jutaan saja. Untuk prosesor ini Qualcomm menargetkan ke pasar Pendidikan yang dimana mereka lebih membutuhkan perangkat yang memiliki daya tahan baterai lebih lama.

Kedua prosesor tersebut memiliki daya saing yang cukup tinggi dengan kedua perusahaan prosesor yang sudah lama bersaing dalam pasar tersebut seperti Intel dan AMD.

BACA JUGA:  AMD siapkan Ryzen 7 dan Ryzen 9 APU seri 4000

Chipset yang dibuat Qualcomm memang sangat meyakinkan, namun hanya saja, kompatibilitas software dengan chipset mereka menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Qualcomm.

Pasalnya, dukungan sofware yang beredar sekarang masih merupakan aplikasi 64 bit, Sedang AMR 64 bit yang tertanam pada chipset Snapdragon masih bisa dibilang sangat buruk. Karena tidak semua pengembang aplikasi dan game tidak mengkomplimasi ulang program mereka untuk chipset ini.

Misalnya Surface Pro X yang duluan rilis, laptop ini menggunakan varian Snapdragon 8cx yang dibuat Qualcomm. Pada perangkat ini masih memiliki banyak gangguan seperti bugs dan crash.

Walaupun begitu, Qualcomm masih berusaha keras untuk menyediakan prosesor PC yang berbasis ARM, Pasalnya, Sitem Operas Windows tidak cukup stabil jika hanya didukung dengan perangkat keras saja. Semoga saja kedepannya Qualcomm bisa memaksimalkan kedua chipset garapannya tersebut, sehingga konsumen memiliki banyak opsi dan persaingan di industri teknologi semakin ketat dan mengakibatkan persaingan harga yang akan menguntungkan kita sebagai konsumen.

Baca juga: AMD Pastikan Arsitektur Zen 3 Akan Hadir Akhir 2020


Like it? Share with your friends!