NASA Temukan Planet Baru Seukuran Bumi, Terdapat Zona Layak Hidup

1 min


NASA Temukan Planet Baru Seukuran Bumi, Terdapat Zona Layak Hidup

Sebuah Teleskop TESS milik NASA berhasil menemukan planet baru yang berukuran sama dengan Bumi. Planet tersebut dikenal dengan nama TOI 700 d yang memiliki orbit bintang katai M.

Planet ini disebut berada di zona layak huni, yang berarti bahwa planet yang berhasil dikenali dengan telekop TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) yang dimana kemungkinan besar memiliki unsur penunjang kehidupan manuasi, misalnya air, tanah, dan lain-lain.

TESS merupakan sebuah Teleskop miliki NASA yang diluncurkan pada April 2018 lalu. Jika dibandingkan dengan Kepler, TESS diklaim mampu menyelelidiki bintang dengan tingkat kecerahan 30 hingga 100 kali lebih cerah dibandingkan dengan Kepler. Tidak hanya itu, TESS juga dikabarkan dapat mengobservasi area hingga 400 lebih besar dari Kepler.

Planet yang dikenal denga nama TOI 700 d yang mengorbit pada bintang katai M berada di posisi paling luar dari sistem tata surya. Sejauh ini, hanya TOI 700 d yang berada di Zona Layak huni sistem tata surya bintang katai tersebut.

Selain itu, Planet ini sendiri memiliki ukuran 29% lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintangnya setiap 37 hari.

Sebenarnya ada dua planet lain yang terdeteksi, yakni TOI 700 d yang memiliki permukaan berbatu dan TOI 700 c dengan ukuran 2,9 kali lebih besar dari Bumi dan terbuat dari gas.

BACA JUGA:  15 Kata-kata Pernikahan

Namun kedua planet ini berada pada zona tidak layak huni. Pasalnya posisinya terlalu dekat dengan bintang. Rotasi ketiganya dipercaya terkunci yang artinya satu sisi planet selalu menghadap ke bintangnya yang mengakibatkan issi itu selalu mengalami siang hari.

Sejauh ini, para ilmuan masih terus mencoba untuk memahami kondisi dari TOI 700 d dengan mengandalkan ukuran planet dan karakteristik yang dimilikinya.

Para ilmuan berhasil menghasilkan 20 model lingkungan yang dimiliki planet ini. Salah satunya adalah atmosfer yang kaya dengan karbon di oksida seperti planet Mars.

Dilansir dari NewAtlas (8/1), untuk gambaran lebih jelas, para ilmuan itu menggunakan tehnik yang dikenal sebagai transit spectroscopy. Teknik ini dilakuakn dengan menganalisa tabrakan cahaya bintang dengan molekul-molekul berbeda yang ada di atmosfer sebuah planet.

Tabrakan itu akan menciptakan garis spektral yang berbeda tergantung dari molekulnya. Misalnya karbon dioksida atau nitrogen. Sinyal tersebut akan menjelaskan kondisi dari TOI 700 d.

Engelmann-Suisaa, kepada tim model planet ini menyebutkan pihaknya akan segera mencocokan model buatan tersebut dengan observasi spektrum. Pasalnya model itu bisa saja sepenuhnya berbeda dengan kondisi aktual di planet.

BACA JUGA:  6 Tips Belanja Saat Harbolnas, Agar Belanja Aman dan Nyaman

Like it? Share with your friends!